1.400 Penerbangan ke Tel Aviv Dibatalkan dalam Dua Pekan
Ringkasan:
- Bandara Ben Gurion di Israel mencatat pembatalan sekitar 1.400 penerbangan internasional dalam dua pekan pertama konflik. Maskapai global mengurangi frekuensi hingga 60 persen untuk rute menuju Israel.
- Penurunan drastis ini memukul industri hotel, operator tur, dan sektor perjalanan religius yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi pariwisata Israel.
Nusatoday.id – Kabar dari otoritas bandara Israel menunjukkan lonjakan pembatalan sejak hari pertama eskalasi militer. Maskapai Eropa dan Amerika mengambil langkah preventif dengan menangguhkan rute langsung ke Tel Aviv.
Tingkat okupansi hotel di Yerusalem turun dari rata-rata 82 persen menjadi hanya 35 persen dalam dua minggu. Restoran, pemandu wisata, dan transportasi lokal kehilangan pendapatan signifikan.
Maskapai seperti Lufthansa dan Air France menghentikan sementara layanan reguler ke Israel. Penerbangan yang tetap beroperasi sebagian besar difokuskan pada evakuasi warga negara.
Dalam periode 14 hari, hanya 40 persen jadwal penerbangan normal yang berjalan. Sementara sisanya dibatalkan atau ditunda tanpa kepastian jadwal ulang.
Sektor perjalanan religius mengalami penurunan drastis karena ziarah dan tur ke situs suci ditangguhkan. Banyak agen perjalanan internasional menghentikan promosi Israel sebagai destinasi sementara waktu.
Pemerintah Israel berupaya menjaga operasional bandara tetap berjalan, namun ketidakpastian keamanan menjadi faktor dominan dalam keputusan maskapai.
Industri travel Israel kini berada dalam fase krisis, menunggu stabilisasi keamanan sebelum pemulihan dapat dimulai.
