SPORTHUB

Dominasi Finansial dan Prestasi Klub Inggris di Kompetisi Eropa

×

Dominasi Finansial dan Prestasi Klub Inggris di Kompetisi Eropa

Sebarkan artikel ini
Eropa
Dominasi Finansial dan Prestasi Klub Inggris di Kompetisi Eropa.

Nusatoday.id – Premier League menjadi liga dengan nilai komersial tertinggi di dunia, dengan total pendapatan klub mencapai lebih dari €6,5 miliar per musim menurut laporan Deloitte 2024. Kekuatan ekonomi ini berdampak langsung pada performa di Eropa, di mana klub-klub Inggris secara konsisten menembus fase semifinal dan final Liga Champions serta Liga Europa dalam satu dekade terakhir.

Sejak 2018 hingga 2024, tim Inggris tampil di enam final Liga Champions, dengan Manchester City, Liverpool, Chelsea, dan Tottenham Hotspur menjadi representasi. Statistik UEFA menunjukkan klub-klub Premier League memiliki rata-rata koefisien tertinggi, mengungguli La Liga dan Bundesliga dalam akumulasi poin kompetisi antarklub.

PASANG IKLAN SAYA SEKARANG!!
Iklan Nusa Today
Iklan Nusa Today

Manchester City menjadi contoh proyek jangka panjang yang sukses. Di bawah Pep Guardiola, City mencatatkan rasio penguasaan bola rata-rata 62 persen dan akurasi umpan di atas 90 persen dalam Liga Champions, tertinggi di antara semua semifinalis selama tiga musim berturut-turut. Puncaknya, mereka meraih gelar Eropa pertama pada 2023.

Liverpool juga menunjukkan konsistensi dengan tampil di tiga final Liga Champions dalam lima tahun. Data menunjukkan tingkat pressing mereka mencapai rata-rata 170 tekanan per pertandingan, mencerminkan intensitas fisik yang menjadi ciri khas sepak bola Inggris modern.

Chelsea, meski mengalami fluktuasi domestik, tetap mampu menjuarai Liga Champions 2021 dengan rekor pertahanan terbaik, hanya kebobolan empat gol dari 13 pertandingan. Stabilitas struktur bertahan dan kedalaman skuad menjadi kunci keberhasilan mereka.

Kelemahan utama klub Inggris terletak pada kepadatan jadwal. Rata-rata klub Premier League memainkan 55–60 pertandingan per musim, lebih banyak dibanding klub Spanyol atau Jerman. Data kebugaran UEFA menunjukkan tingkat cedera otot pemain Inggris lebih tinggi pada fase gugur Eropa.

Meski demikian, dengan kekuatan finansial, kualitas pemain, dan inovasi taktik, Premier League diproyeksikan tetap menjadi kekuatan dominan di Eropa dalam jangka menengah, dengan probabilitas tinggi menempatkan setidaknya satu wakil di final Liga Champions setiap musim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *