Nusatoday.id – Paris Saint-Germain mengalami transformasi besar sejak diambil alih Qatar Sports Investments pada 2011. Dalam kurun lebih dari satu dekade, PSG mencatat peningkatan pendapatan dari sekitar €100 juta menjadi lebih dari €800 juta per musim, menempatkan mereka dalam jajaran lima klub terkaya Eropa menurut laporan Deloitte. Lonjakan finansial ini mengubah PSG dari kekuatan domestik menjadi penantang serius di Liga Champions.
Investasi besar diwujudkan melalui perekrutan pemain bintang seperti Neymar, Kylian Mbappé, dan Lionel Messi. Pada musim 2020, PSG menembus final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah, dengan rasio gol per pertandingan mencapai 2,1 dan tingkat efektivitas serangan tertinggi di antara seluruh semifinalis.
Secara statistik, PSG menjadi salah satu tim dengan penguasaan bola tertinggi di Eropa, rata-rata di atas 60 persen per laga. Namun data UEFA juga menunjukkan bahwa keseimbangan antara lini serang dan pertahanan kerap menjadi masalah, terlihat dari fluktuasi jumlah kebobolan di fase gugur.
Peran Mbappé sangat dominan dalam perjalanan Eropa PSG. Ia terlibat langsung dalam lebih dari 45 persen gol tim di Liga Champions selama lima musim terakhir, menjadikannya salah satu pemain paling menentukan di kompetisi tersebut.
Dari sisi taktik, pergantian pelatih yang cukup sering memengaruhi stabilitas. Dalam satu dekade, PSG telah ditangani lebih dari tujuh pelatih berbeda, yang berdampak pada inkonsistensi pola permainan di level Eropa.
Meski demikian, infrastruktur dan akademi mulai menunjukkan hasil. Persentase menit bermain pemain muda lokal meningkat hingga 18 persen dalam tiga musim terakhir, menandakan upaya membangun fondasi jangka panjang, bukan hanya mengandalkan bintang instan.
Dengan kekuatan ekonomi, daya tarik global, dan generasi pemain kelas dunia, PSG terus mengejar satu target utama yang belum tercapai, yakni trofi Liga Champions. Data performa menunjukkan mereka semakin mendekati standar klub-klub elite Eropa, meski konsistensi di momen krusial masih menjadi tantangan terbesar.








