BERITA

Bos Mafia Tambang Ilegal Wapsalit Tantang Kapolri, JAM Indonesia: Negara Jangan Kalah Oleh Modal

×

Bos Mafia Tambang Ilegal Wapsalit Tantang Kapolri, JAM Indonesia: Negara Jangan Kalah Oleh Modal

Sebarkan artikel ini
Aksi
Ist.

Nusatoday.id – Jaringan Aksi Mahasiswa (JAM) Indonesia mendesak Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera Tangkap dan Penjarakan para mafia Tambang Ilegal menggunakan alat berat excavator di desa Wapsalit.

Desakan ini di sampaikan berdasarkan fakta lapangan dan informasi yang di himpun, aktivitas pertambangan ilegal tersebut diduga kuat melibatkan nama Haji Markus, Novri Tetelepta, Budi Bugis, dan Wahyu Bugis yang melakukan operasi pertambangan menggunakan alat berat excavator tanpa izin resmi (ilegal). Tindakan tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

PASANG IKLAN SAYA SEKARANG!!
Iklan Nusa Today
Iklan Nusa Today

Dalam pernyataan resminya, Bung Muria Selaku Koordinator JAM Indonesia menilai aparat kepolisian di tingkat daerah gagal menjalankan fungsi penegakan hukum secara adil dan tegas. Aktivitas alat berat jenis ekskavator yang beroperasi di wilayah pertambangan desa Wapsalit dinilai sebagai bentuk pelanggaran hukum terbuka, mengingat kawasan tambang emas desa Wapsalit belum mengantongi ijin resmi dari negara (ilegal). Senin, (09/02/2029).

“Ketika rakyat dilarang menambang, justru alat berat para pemodal bebas beroperasi. Ini adalah potret ketimpangan hukum yang sangat telanjang. Negara seolah kalah oleh modal,” tegas Bung Muria.

Selain itu Bung Muria dalam orasinya menyampaikan bahwa dari ke empat aktor tersebut secara terang-terangan menabrak hukum yang berlaku di NKRI, dan lebih ironisnya lagi salah satu mafia tambang ilegal yang juga mantan Anggota Brimob Novri Tetelepta menantang Kapolri dengan mengatakan, jangankan demo di Mabes Polri di Amerika sekalipun saya tidak takut.

Pernyataan tersebut secara tidak langsung mengobok-obok institusi kepolisian dibawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Tegas Muria dalam orasinya.

Bung Muria juga meminta Kapolri melakukan evaluasi terhadap Kapolda Maluku dan Kapolres Pulau Buru yang dianggap bertanggung jawab atas pembiaran tersebut. Selain itu, Bung Muria mendesak agar pemilik alat berat excavator segera ditangkap dan diproses hukum karena diduga kuat melakukan aktivitas pertambangan ilegal.

Menurut Muria, keberadaan ekskavator di kawasan tambang tersebut telah mencemari kali dan berpotensi memperparah kerusakan lingkungan dan konflik sosial di tengah masyarakat.

“Penegakan hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Jika Kapolri serius membersihkan mafia tambang ilegal, maka aktor korporasi harus disentuh, bukan hanya penambang kecil,” lanjut pernyataan tersebut.

JAM Indonesia menegaskan akan terus menggalang aksi dan tekanan publik serta Pelaporan Resmi terhadap para mafia tambang ilegal tersebut, hingga negara benar-benar hadir dan berpihak pada keadilan dan keselamatan lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *