Nusatoday.id – Lisbon, ibu kota Portugal, menawarkan pengalaman kuliner yang memikat wisatawan dari seluruh dunia. Pada tahun 2026, kota ini semakin menonjol sebagai destinasi gastronomi, menggabungkan hidangan tradisional, makanan jalanan, dan inovasi modern. Jalan-jalan berbukit dan tram klasik menambah pesona perjalanan kuliner, sementara kafe dan restoran menyajikan hidangan lokal yang autentik.
Sarapan di Lisbon sering dimulai dengan pastéis de nata, pastry krim hangat yang terkenal di Belém, dipadukan dengan kopi atau galão. Hidangan ini menjadi simbol kota dan daya tarik utama bagi wisatawan. Berjalan menyusuri jalan-jalan kecil Lisbon sambil mencicipi makanan ringan lainnya, seperti bifana, sandwich daging babi berbumbu khas, memberikan pengalaman kuliner yang memadukan rasa tradisional dan suasana kota yang hidup.
Makan siang sering menghadirkan seafood segar, seperti grilled sardines yang dibakar sempurna dan disajikan dengan roti serta salad lokal. Restoran di tepi sungai Tejo menawarkan panorama menawan sambil mencicipi hidangan, menghadirkan pengalaman makan yang menyatu dengan lingkungan sekitar. Suasana santai ini memungkinkan pengunjung menikmati kuliner dengan cara yang lebih otentik dan tenang.
Untuk minuman, ginjinha, minuman ceri khas Lisbon, menjadi pilihan populer bagi wisatawan yang ingin merasakan cita rasa lokal. Banyak bar kecil menawarkan pengalaman mencicipi sambil berdiskusi dengan penduduk setempat, sehingga makanan dan minuman menjadi sarana interaksi budaya yang menyenangkan. Hidangan pencuci mulut seperti travesseiros dari Sintra juga patut dicoba.
Lisbon juga dikenal dengan pasar makanan tradisionalnya, termasuk Mercado da Ribeira, yang menawarkan berbagai hidangan lokal, keju, dan seafood. Pasar ini menjadi tempat interaksi sosial sekaligus pembelajaran budaya, di mana pengunjung dapat memahami bahan-bahan dan teknik memasak khas Portugal. Kehidupan pasar yang ramai menambah nuansa autentik perjalanan kuliner di Lisbon.
Selain itu, restoran modern di Lisbon menghadirkan hidangan fusion yang memadukan bahan lokal dengan teknik internasional. Menu-menu kreatif ini menarik generasi muda dan wisatawan yang ingin mencoba rasa baru tanpa kehilangan identitas kuliner kota. Workshop memasak singkat juga populer, memungkinkan wisatawan belajar membuat hidangan seperti bacalhau à bras.
Dengan semua pengalaman tersebut, Lisbon di tahun 2026 menawarkan perpaduan antara tradisi, inovasi, dan pengalaman budaya. Setiap hidangan membawa cerita sejarah dan kreativitas lokal, menjadikan perjalanan kuliner di Lisbon lebih dari sekadar makan, tetapi juga memahami jantung budaya Portugal.



















