Nusatoday.id – Ramadan merupakan bulan suci yang sangat penting di Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Sekitar 87 % penduduk Indonesia merayakan Ramadan dan menjalankan puasa dari fajar hingga senja setiap tahunnya.
Mayoritas Muslim di Indonesia (sekitar 99,8 %) juga secara aktif berpuasa sepanjang Ramadan. Tradisi “ngabuburit,” yakni kegiatan menunggu waktu berbuka, menjadi bagian keseharian yang populer terutama bagi generasi muda.
Menjelang waktu berbuka, bazar Ramadan di banyak kota menjadi pusat keramaian dengan makanan khas seperti kolak, gorengan, dan es buah yang laris terjual. Tradisi ini mendorong interaksi sosial di tengah masyarakat.
Selain itu, banyak masjid di Indonesia mengadakan salat tarawih berjamaah dan tadarus Al-Qur’an, menciptakan suasana religius yang kental. Berbagai komunitas juga mengadakan kegiatan amal seperti pembagian makanan gratis kepada yang kurang mampu.
Beberapa daerah di Indonesia memiliki tradisi unik, seperti “Belimau,” mandi dengan air limau jelang Ramadan untuk penyucian diri. Ini mencerminkan ragam budaya lokal yang menyatu dalam perayaan bulan suci.
Selama Ramadan, semangat gotong royong dan kebersamaan terlihat kuat—banyak warga saling berbagi makanan jika atas rumah atau di masjid menjelang berbuka.
Setelah sebulan penuh berpuasa, umat Muslim Indonesia merayakan Idulfitri dengan mudik ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga, yang merupakan salah satu tradisi terbesar dalam budaya lokal.

















