Nusatoday.id – Egy Maulana Vikri lahir di Medan, Sumatera Utara, 7 Juli 2000. Sejak usia belia, ia dikenal sebagai talenta paling menjanjikan di Indonesia. Kecepatan, dribel, dan keberaniannya menantang lawan membuatnya menonjol di level usia muda.
Namanya melejit ketika membawa Timnas U-19 menjuarai Piala AFF U-19 2017 di bawah asuhan Indra Sjafri. Prestasi itu membuka jalan bagi Egy untuk mencicipi karier di Eropa bersama Lechia Gdańsk (Polandia), menjadikannya salah satu pionir pemain muda Indonesia di liga Eropa modern.
Perjalanan Egy di luar negeri tidak selalu mudah. Ia menghadapi perbedaan kultur, bahasa, dan tuntutan fisik yang jauh lebih keras. Namun ia tetap bertahan, berkembang, dan menjadi simbol keberanian generasi baru pesepak bola Indonesia untuk bermimpi global.
Bersama tim nasional senior, Egy menjadi tulang punggung era Shin Tae-yong, tampil di Piala AFF, Kualifikasi Piala Dunia, dan Piala Asia. Ia mewakili transisi sepak bola Indonesia dari romantisme lokal menuju profesionalisme internasional.
Egy bukan hanya pemain, melainkan simbol bahwa talenta Indonesia mampu bersaing jika didukung sistem dan mentalitas yang tepat.















