Nusatoday.id – Menurut laporan ekonomi terbaru, Beijing berhasil mencapai GDP lebih dari 5,2 triliun yuan pada 2025, menjadikannya salah satu kota ekonomi terbesar di China setelah Shanghai.
Pertumbuhan ini dipicu oleh sektor manufaktur berteknologi tinggi, terutama komputer, kendaraan energi baru, dan sektor elektronik yang mencatat lonjakan produksi signifikan.
Selain itu, sektor jasa dan keuangan di ibu kota tersebut juga mencatat pertumbuhan solid, mencerminkan pergeseran ekonomi dari industri berbasis sumber daya ke inovasi dan layanan kelas tinggi.
Peningkatan ekspor serta investasi di sektor teknologi menjadi kunci utama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Beijing, sekaligus memperluas perannya dalam rantai nilai ekonomi global.
Para analis menilai pencapaian ini memperkuat posisi Beijing sebagai pusat bisnis dan inovasi utama di Asia, membantu mendorong pembangunan berkelanjutan dan daya saing pada tingkat global.













