Nusatoday.id – Kebebasan Firli Bahuri meski telah ditetapkan sebagai tersangka menjadi pukulan telak bagi wibawa Polri dan kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Menurut Abdullah Kelrey, Founder Nusa Ina Connection (NIC), situasi ini menunjukkan ketimpangan serius dalam penegakan hukum. “Ketika rakyat kecil cepat diborgol, tetapi tersangka kelas elit dibiarkan bebas, maka keadilan sedang dipermainkan secara terang-terangan,” tegasnya.
.
Abdullah menyoroti ironi besar karena status tersangka Firli Bahuri justru ditetapkan oleh Polri sendiri. Namun hingga kini, penangkapan tak kunjung dilakukan. “Ini bukan soal teknis hukum semata, ini soal keberanian moral dan integritas institusi. Jika polisi berani menetapkan tersangka, seharusnya berani pula memborgol,” ujarnya.
Ia menilai lambannya penahanan Firli memperkuat dugaan adanya tekanan politik dan perlindungan kekuasaan. Menurutnya, hukum tampak tajam ke bawah namun lumpuh saat berhadapan dengan tokoh kuat. “Kalau hukum bisa ditawar, maka yang runtuh bukan hanya kasus ini, tetapi seluruh sendi kepercayaan publik terhadap Polri,” kata Selasa, (13/01/2026)..
Abdullah Kelrey secara tegas mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera menangkap Firli Bahuri. “Kapolri harus buktikan bahwa hukum tidak tunduk pada elit. Tangkap Firli Bahuri sekarang juga. Jangan biarkan institusi Polri hancur hanya karena melindungi satu orang,” ujarnya.
Ia bahkan menyatakan, jika Kapolri tidak mampu bertindak tegas, maka lebih baik mundur dari jabatannya.
“Daripada membiarkan Polri terus kehilangan wibawa dan dicap sebagai alat kekuasaan, lebih terhormat bagi Kapolri untuk meletakkan jabatan. Kepemimpinan yang ragu menegakkan hukum hanya akan merusak institusi dan mencederai keadilan,” pungkas Abdullah Kelrey, Founder Nusa Ina Connection (NIC).

















