Nusatoday.id – Macet total bukan sekadar soal kendaraan menumpuk. Ini soal manajemen kota, kebijakan transportasi, hingga disiplin publik. Di kota-kota besar seperti Bandung dan  Jakarta, fenomena macet total sudah menjadi “ritual harian” yang menggerus produktivitas dan emosi warga.

Data berbagai lembaga transportasi menunjukkan kemacetan berdampak langsung pada kerugian ekonomi miliaran rupiah per hari dari BBM terbuang, waktu kerja hilang, hingga meningkatnya polusi udara. Ketika arus kendaraan berhenti total, itu bukan lagi soal padat, tapi tanda sistem tidak berjalan optimal.

Jalur menuju kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat, kembali macet parah, Selasa (28/10). Ribuan kendaraan dari arah Kota Bandung merayap sejak pagi hari, terutama di Jalan Setiabudi dan kawasan Farmhouse.

Kemacetan terjadi karena banyak kendaraan berhenti di bahu jalan dan keluar-masuk area wisata. Dinas Perhubungan bersama Satlantas Polrestabes Bandung sudah menerapkan sistem buka-tutup di beberapa titik untuk mengurai kepadatan.

“Puncak kepadatan biasanya antara pukul 09.00–11.00. Kami imbau masyarakat menghindari jam tersebut,” ujar Kasatlantas Polrestabes Bandung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *