BISNIS

Pustaka Indonesia: Jangan Sampai Kopdes Merah Putih Terjebak Kejar Tayang

×

Pustaka Indonesia: Jangan Sampai Kopdes Merah Putih Terjebak Kejar Tayang

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi.

Nusatoday.id – Percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih dinilai perlu dibarengi dengan perencanaan yang komprehensif agar tujuan pemberdayaan ekonomi desa dapat tercapai secara optimal.

Direktur Eksekutif Pustaka Indonesia, Hendra Djatmiko, mengatakan program koperasi desa memiliki semangat yang positif dalam memperkuat ekonomi rakyat. Namun, ia mengingatkan bahwa koperasi bukan sekadar proyek pembangunan fisik.

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono meminta pembangunan fisik Kopdes Merah Putih dipercepat agar segera beroperasi. Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Jakarta.

Menurut Hendra, percepatan pembangunan merupakan langkah strategis, tetapi tetap perlu diimbangi dengan kesiapan aspek bisnis dan tata kelola.

“Kami melihat semangat pemerintah sangat baik dalam mendorong koperasi desa. Namun, agar keberlanjutannya terjaga, pembangunan sebaiknya diawali dengan perhitungan usaha yang matang dan berbasis kebutuhan anggota, bukan sekedar untuk kejar tayang ” ujar Hendra dalam keterangannya, Rabu (18/02).

Ia menekankan bahwa koperasi pada dasarnya adalah lembaga ekonomi berbasis partisipasi anggota. Karena itu, kesiapan sumber daya manusia, model bisnis, serta transparansi pengelolaan menjadi faktor penentu keberhasilan.

“Pembangunan fisik tentu penting sebagai sarana. Tetapi yang lebih menentukan adalah bagaimana koperasi tersebut nantinya menjalankan aktivitas ekonomi secara sehat dan berkelanjutan,” katanya.

Hendra juga mendorong agar setiap desa melakukan pemetaan potensi ekonomi lokal sebelum koperasi mulai beroperasi. Dengan pendekatan tersebut, model usaha koperasi dapat disesuaikan dengan karakteristik wilayah, sehingga memiliki daya saing dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain itu, ia menyarankan agar indikator keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah koperasi yang berdiri atau target waktu operasional, melainkan juga dari dampaknya terhadap peningkatan pendapatan anggota dan perputaran ekonomi desa.

Pustaka Indonesia berharap pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM dapat memastikan program Kopdes Merah Putih berjalan secara bertahap, terukur, dan akuntabel.

“Kami percaya koperasi desa bisa menjadi motor ekonomi rakyat. Dengan perencanaan yang matang dan pengelolaan profesional, program ini akan memberikan dampak jangka panjang yang signifikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *