Nusatoday.id – Founder Nusa Ina Connection (NIC) Abdullah Kelrey turut menyinggung sosok Kapolri pertama Indonesia, Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo, dalam kritiknya terhadap kondisi penegakan hukum saat ini. Menurutnya, sebagai perintis institusi kepolisian modern di Tanah Air, Soekanto tentu menginginkan Kepolisian Negara Republik Indonesia tetap berdiri sebagai penjaga moral, marwah hukum, dan integritas negara.
Kelrey menilai, jika melihat berbagai polemik yang berkembang belakangan ini, para pendiri institusi kemungkinan besar akan merasa prihatin terhadap arah dan citra Polri di mata publik. Ia menekankan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan fondasi utama legitimasi institusi penegak hukum.
Pernyataan tersebut sekaligus menambah deretan kritik publik terhadap kepemimpinan Kapolri saat ini, Listyo Sigit Prabowo. Kelrey menegaskan bahwa transparansi, akuntabilitas, dan konsistensi dalam penegakan hukum merupakan prinsip yang tidak bisa ditawar jika Polri ingin menjaga serta memulihkan kepercayaan publik. Ujar Kelrey, Selasa, (03/03/2026).
Lebih lanjut, Kelrey meminta para pendukung Kapolri tidak menutup mata terhadap dinamika penegakan hukum, khususnya terkait penanganan perkara yang menyeret nama Firli Bahuri. Ia menilai, ketidakjelasan penanganan kasus tersebut berpotensi menimbulkan spekulasi dan memperburuk citra institusi, baik di internal Polri maupun di Komisi Pemberantasan Korupsi.
Kelrey juga mengingatkan agar institusi kepolisian tidak disalahgunakan untuk kepentingan kelompok tertentu ataupun menjadi alat memperkaya segelintir pihak. Menurutnya, profesionalisme dan integritas harus tetap menjadi kompas utama dalam setiap kebijakan dan langkah penegakan hukum demi menjaga marwah institusi dan kepercayaan rakyat.

















