Nusatoday.id – Seville, kota yang menjadi jantung budaya Andalusia, menawarkan pengalaman kuliner yang memadukan rasa tradisional dengan semangat lokal yang hangat dan ramah. Di tahun 2026, kota ini semakin menonjol sebagai destinasi wajib bagi para pencinta makanan yang ingin merasakan hidangan autentik Spanyol selatan. Jalan-jalan berbatu di Barrio Santa Cruz, dengan rumah-rumah bercat putih dan lorong-lorong sempit, menjadi latar sempurna untuk menjelajahi restoran, bar, dan pasar yang menghadirkan citarasa Andalusia sejati.
Sarapan di Seville sering dimulai dengan tostada con tomate dan jamón serrano, dipadukan dengan segelas kopi lokal yang pekat. Menu sederhana ini membuka hari dengan kombinasi rasa yang khas, mengingatkan pengunjung pada tradisi makan Andalusia yang menekankan bahan-bahan segar dan kualitas tinggi. Selanjutnya, wisatawan dapat berjalan ke pasar lokal seperti Mercado de Triana, mencoba keju, buah-buahan segar, dan aceitunas yang menjadi bagian penting dari setiap hidangan.
Siang hari menghadirkan kesempatan untuk mencicipi gazpacho dan salmorejo, sup tomat dingin yang menyegarkan, khas musim panas Andalusia. Hidangan ini bukan sekadar makanan, tetapi juga simbol budaya lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Beberapa restoran menyajikannya dengan sentuhan modern, seperti taburan rempah segar atau minyak zaitun aromatik, sehingga pengunjung dapat merasakan variasi rasa yang kreatif tanpa kehilangan esensi tradisi.
Makan siang di Seville tidak lengkap tanpa flamenquín atau berenjenas con miel, hidangan yang memperlihatkan keseimbangan antara rasa gurih dan manis. Restoran di sepanjang sungai Guadalquivir menawarkan pemandangan kota yang indah, memberikan pengalaman kuliner yang menyatu dengan panorama kota. Menikmati hidangan di luar ruangan, sambil menyaksikan aktivitas lokal, membuat setiap suapan terasa lebih hidup dan bermakna.
Sore hari dapat diisi dengan tapas crawl, perjalanan mencicipi beragam tapas di berbagai bar lokal. Menu seperti croquetas de jamón, chorizo al vino, dan gambas al ajillo menjadi favorit pengunjung yang ingin mencoba banyak rasa dalam satu perjalanan. Atmosfer bar yang ramai, musik flamenco yang terdengar dari kejauhan, dan interaksi dengan penduduk setempat membuat pengalaman kuliner di Seville terasa hangat dan autentik.
Malam di Seville sering diakhiri dengan segelas sherry dari Jerez, disajikan di bar klasik atau kafe yang tersembunyi di lorong kota. Minuman ini melengkapi pengalaman kuliner dan memberikan kesempatan untuk menikmati percakapan santai sambil menyerap suasana malam Andalusia. Beberapa tempat juga menawarkan dessert tradisional seperti tocino de cielo dan pestiños, manisan khas yang memadukan gula, madu, dan aroma rempah lokal.
Dengan semua ragam kuliner ini, Seville di tahun 2026 menghadirkan perjalanan rasa yang memikat, menggabungkan tradisi Andalusia dengan kreativitas modern para koki lokal. Setiap hidangan bukan hanya soal rasa, tetapi juga cerita tentang sejarah, budaya, dan komunitas yang membuat kota ini tetap hidup. Bagi wisatawan yang ingin memahami Andalusia melalui makanan, Seville adalah tujuan yang memberikan pengalaman kuliner lengkap dan tak terlupakan.
Sumber Artikel (Berbagai Sumber).




















