• About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Sabtu, April 4, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Nusatoday
  • Home
  • World
  • Travel
  • Business
  • Nasional
    • All
    • Analisis
    • Hukum
    • Keamanan
    • Politik
    Soroti Kinerja Polri,Puan Maharani Segera Panggil Kapolri

    Soroti Kinerja Polri,Puan Maharani Segera Panggil Kapolri

    Aliansi Mahasiswa Malut Sambangi Mabes Polri dan DPP Demokrat Terkait Isu SARA

    Aliansi Mahasiswa Malut Sambangi Mabes Polri dan DPP Demokrat Terkait Isu SARA

    Pickup dari India, Dasco vs Menkop: Kelrey Sebut Ada “Pertarungan di Dalam Kekuasaan”

    Pickup dari India, Dasco vs Menkop: Kelrey Sebut Ada “Pertarungan di Dalam Kekuasaan”

    PROPAMI Tegaskan Etika Profesi Jadi Fondasi Utama, Regulasi dan Edukasi Perlu Saling Menguatkan

    PROPAMI Tegaskan Etika Profesi Jadi Fondasi Utama, Regulasi dan Edukasi Perlu Saling Menguatkan

    Pelni

    Bos Pelni Tinjau Arus Balik Lebaran di KM Sinabung Sorong

    Abdullah Kelrey

    Main Dua Kaki di Balik Istana? PP GPI Bongkar Teror Aktivis dan Rentetan Skandal Negara

    Berau Jadi Sarang Mafia Tambang, Ujian Berat untuk Presiden Prabowo

    Tiga Lebaran Berlalu, Kasus Firli Tak Tuntas, PP GPI Desak Presiden Ganti Kapolri

    Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, HMI-MPO Desak Pembentukan Tim Investigasi Gabungan.

    Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, HMI-MPO Desak Pembentukan Tim Investigasi Gabungan

    Ketua Kadin Sultra Anton Timbang Ditetapkan Tersangka oleh Mabes Polri

    Ketua Kadin Sultra Anton Timbang Ditetapkan Tersangka oleh Mabes Polri

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    Bisnis Busana Muslim

    Tren Fashion yang Melejit di Bulan Ramadhan

    Bisnis AI 2026

    Ketika Keuntungan Korporasi Membesar, Rakyat Menanggung Beban

    Strategi Aman Belanja Online di Luar Negeri bagi Pembeli Internasional

    Cara Aman Belanja Online Fashion dari Luar Negeri

    Five London Tower Blocks Evacuated Over Cladding Safety Fears

    The Chainsmokers Actually Make a Great Nickelback Cover Band

    Obama Wants To Visit Ubud On Low-key Bali Vacation: Bali Official

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Sentimen Media Sosial dan Prediksi Tren Fashion

    Sentimen Media Sosial dan Prediksi Tren Fashion

    Pemerintah Perketat Larangan Impor Pakaian Bekas

    Pemerintah Perketat Larangan Impor Pakaian Bekas

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
  • Tech
    Tel Aviv

    Smart Tourism Mendorong Digitalisasi Kota Wisata di Eropa Barat

    Hetifah Dukung SKB 7 Menteri tentang Pembatasan Penggunaan AI Instan bagi Pelajar

    Hetifah Dukung SKB 7 Menteri tentang Pembatasan Penggunaan AI Instan bagi Pelajar

    Teknologi AI Mengubah Cara Wisatawan Merencanakan Perjalanan di Eropa Barat

    Teknologi AI Mengubah Cara Wisatawan Merencanakan Perjalanan di Eropa Barat

    Tel Aviv

    Hotel dan Hospitality Israel di Ambang Krisis Okupansi

    Mandat Geostrategis Indonesia Dalam Penyelesaian Konflik Timur Tengah

    Andreas H Silalahi

    Geopolitik Penjaga Gerbang : Mendikte Damai Global melalui Tuas Kedaulatan Strategis

    Trending Tags

    • Sillicon Valley
    • Climate Change
    • Election Results
    • Flat Earth
    • Golden Globes
    • MotoGP 2017
    • Mr. Robot
  • Opinion
  • Home
  • World
  • Travel
  • Business
  • Nasional
    • All
    • Analisis
    • Hukum
    • Keamanan
    • Politik
    Soroti Kinerja Polri,Puan Maharani Segera Panggil Kapolri

    Soroti Kinerja Polri,Puan Maharani Segera Panggil Kapolri

    Aliansi Mahasiswa Malut Sambangi Mabes Polri dan DPP Demokrat Terkait Isu SARA

    Aliansi Mahasiswa Malut Sambangi Mabes Polri dan DPP Demokrat Terkait Isu SARA

    Pickup dari India, Dasco vs Menkop: Kelrey Sebut Ada “Pertarungan di Dalam Kekuasaan”

    Pickup dari India, Dasco vs Menkop: Kelrey Sebut Ada “Pertarungan di Dalam Kekuasaan”

    PROPAMI Tegaskan Etika Profesi Jadi Fondasi Utama, Regulasi dan Edukasi Perlu Saling Menguatkan

    PROPAMI Tegaskan Etika Profesi Jadi Fondasi Utama, Regulasi dan Edukasi Perlu Saling Menguatkan

    Pelni

    Bos Pelni Tinjau Arus Balik Lebaran di KM Sinabung Sorong

    Abdullah Kelrey

    Main Dua Kaki di Balik Istana? PP GPI Bongkar Teror Aktivis dan Rentetan Skandal Negara

    Berau Jadi Sarang Mafia Tambang, Ujian Berat untuk Presiden Prabowo

    Tiga Lebaran Berlalu, Kasus Firli Tak Tuntas, PP GPI Desak Presiden Ganti Kapolri

    Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, HMI-MPO Desak Pembentukan Tim Investigasi Gabungan.

    Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, HMI-MPO Desak Pembentukan Tim Investigasi Gabungan

    Ketua Kadin Sultra Anton Timbang Ditetapkan Tersangka oleh Mabes Polri

    Ketua Kadin Sultra Anton Timbang Ditetapkan Tersangka oleh Mabes Polri

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    Bisnis Busana Muslim

    Tren Fashion yang Melejit di Bulan Ramadhan

    Bisnis AI 2026

    Ketika Keuntungan Korporasi Membesar, Rakyat Menanggung Beban

    Strategi Aman Belanja Online di Luar Negeri bagi Pembeli Internasional

    Cara Aman Belanja Online Fashion dari Luar Negeri

    Five London Tower Blocks Evacuated Over Cladding Safety Fears

    The Chainsmokers Actually Make a Great Nickelback Cover Band

    Obama Wants To Visit Ubud On Low-key Bali Vacation: Bali Official

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Sentimen Media Sosial dan Prediksi Tren Fashion

    Sentimen Media Sosial dan Prediksi Tren Fashion

    Pemerintah Perketat Larangan Impor Pakaian Bekas

    Pemerintah Perketat Larangan Impor Pakaian Bekas

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
  • Tech
    Tel Aviv

    Smart Tourism Mendorong Digitalisasi Kota Wisata di Eropa Barat

    Hetifah Dukung SKB 7 Menteri tentang Pembatasan Penggunaan AI Instan bagi Pelajar

    Hetifah Dukung SKB 7 Menteri tentang Pembatasan Penggunaan AI Instan bagi Pelajar

    Teknologi AI Mengubah Cara Wisatawan Merencanakan Perjalanan di Eropa Barat

    Teknologi AI Mengubah Cara Wisatawan Merencanakan Perjalanan di Eropa Barat

    Tel Aviv

    Hotel dan Hospitality Israel di Ambang Krisis Okupansi

    Mandat Geostrategis Indonesia Dalam Penyelesaian Konflik Timur Tengah

    Andreas H Silalahi

    Geopolitik Penjaga Gerbang : Mendikte Damai Global melalui Tuas Kedaulatan Strategis

    Trending Tags

    • Sillicon Valley
    • Climate Change
    • Election Results
    • Flat Earth
    • Golden Globes
    • MotoGP 2017
    • Mr. Robot
  • Opinion
No Result
View All Result
Nusatoday
No Result
View All Result
Home More Info

Menimbang Urgensi Postur Jumbo Belanja Tunjangan dan Gaji Lembaga Wali Nanggroe 2026 Saat Aceh Pasca dilanda Bencana, Adilkah Demikian ?

by Redaksi
Maret 24, 2026
in More Info
0
Menimbang Urgensi Postur Jumbo Belanja Tunjangan dan Gaji Lembaga Wali Nanggroe 2026 Saat Aceh Pasca dilanda Bencana, Adilkah Demikian ?

Agussalim (Pemerhati Kebijakan Publik)

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh : Agussalim (Pemerhati Kebijakan Publik)

Nusatoday.id – Awal tahun 2026 pasca kondisi Daerah Provinsi Aceh yang masyarakatnya masih diambang gemelut persoalan pemulihan pasca diterjang bencana banjir bandang yang terjadi sejak menjelang akhir November 2025 lalu, hingga memporak-porandakan kurang lebih 18 kabupaten/kota di Provinsi Aceh terdampak dengan kerugian materiil dan nomateriil mencapai angka yang lumayan tinggi tak hanya berefek pada kerusakan alam semata, melainkan juga berefek pada kerusakan sebagian tempat hunian masyarakat, kehilangan korban jiwa, rusaknya geografis daratan pedesaan, hingga kehilangan lahan mata pencaharian akibat dari kerusakan berbagai lahan pertanian dan perkebunan warga serta beberapa tempat usaha disebagian lokasi wilayah terdampak bajir bandang Aceh-Sumatera 2025 lalu. Namun, di awal tahun yang seharusnya masih menjadi konseterasi setiap pihak yang ada dibumi Aceh untuk focus pada bagaimana memulihkan kondisi Aceh yang saat ini sedang tidak baik-baik saja, malah publik kembali dikejutkan dengan informasi yang beredar diberbagai media perihal Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun Anggaran 2026 mengalokasikan hampir 14 miliar untuk belanja gaji dan tunjangan Wali Nanggroe, Waliyul Ahdi, serta perangkat lembaganya. Alokasi tersebut tercantum dalam dokumen Berdasarkan dokumen evaluasi Kementerian Dalam Negeri terhadap APBA 2026.

Mengutip dari berbagai sumber berdasarkan yang beredar kehadapan publik total anggaran yang dialokasikan mencapai angka Rp. 13.970.096.000 dengan rincian mencakup uang representasi sebesar Rp42.000.000, tunjangan keluarga Rp1.506.000.000, dan tunjangan jabatan Rp840.000.000., pos anggaran Waliyul Ahdi (Wakil Wali Nanggroe) dialokasikan uang representasi Rp28.800.000, tunjangan keluarga Rp4.800.000, serta tunjangan jabatan sebesar Rp480.000.000., pos untuk Majelis Tinggi dan Majelis Fungsional, Majelis Tinggi memperoleh belanja uang representasi sebesar Rp990.000.000, tunjangan keluarga Rp206.496.000, serta tunjangan jabatan yang mencapai Rp4.372.000.000. Adapun tunjangan jabatan Majelis Fungsional tercatat sebagai pos terbesar dengan nilai Rp5.500.000.000.

RelatedPosts

FSPI Apresiasi Ketegasan TNI Tangani Kasus Penyiraman Aktivis

Taman Honda Tebet, Surga Kecil bagi Warga yang Hobi Olahraga

Taman Ria Rio, Tempat Jogging yang Sering Berakhir Nongkrong

Hal ini tentunya akan menjadi sangat ironi bagi masyarakat Aceh yang sampai pada tahapan kondisi hari ini masih berjibaku dengan pemulihan ekonomi, rehabilitasi rumah, infrastruktur dasar, serta pemulihan psikososial. Dalam situasi demikian, publik dikejutkan dengan perbincangan mengenai postur anggaran 2026 tersebut untuk belanja tunjangan dan gaji Lembaga Wali Nanggroe yang dinilai “jumbo”. Lantas pertanyaan mendasarnya sederhana namun mendalam: adilkah kebijakan fiskal tersebut di tengah penderitaan rakyat?

Antara Legalitas dan Legitimasi Moral
Secara normatif, keberadaan Lembaga Wali Nanggroe berakar pada kekhususan Aceh sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA). Lembaga ini diposisikan sebagai simbol pemersatu, penjaga adat, dan representasi kultural-politik Aceh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Namun, legalitas tidak serta-merta identik dengan legitimasi moral dalam penganggaran. Dalam teori kebijakan publik, terutama pada fase pascabencana, prinsip prioritas kebutuhan dasar dan keadilan distributif menjadi parameter utama. Anggaran publik seharusnya mencerminkan sensitivitas terhadap penderitaan kolektif. Ketika ribuan warga kehilangan sumber pendapatan, akses pendidikan terganggu, dan rumah-rumah belum sepenuhnya direhabilitasi, setiap rupiah APBA memiliki dimensi etis.

Meskipun perihal belanja pegawai dan tunjangan memang merupakan komponen rutin dalam struktur APBD/APBA. Namun, dalam konteks extraordinary circumstance seperti bencana, pemerintah daerah memiliki ruang diskresi untuk melakukan refocusing dan realokasi anggaran. Pemerintah pusat bahkan telah beberapa kali mendorong mekanisme tersebut dalam situasi darurat nasional.

Apabila belanja tunjangan dan gaji lembaga tertentu terkesan menguras jumlah angka yang sangat besar secara signifikan pada tahun anggaran 2026, sementara alokasi untuk rehabilitasi ekonomi rakyat, bantuan pendidikan, dan penguatan layanan kesehatan masih terbatas, maka wajar jika publik mempertanyakan skala prioritasnya. Oleh karenanya Keadilan fiskal bukan hanya soal kepatuhan prosedural, tetapi juga empati kebijakan.
Tidak dapat dipungkiri, Lembaga Wali Nanggroe memiliki dimensi simbolik yang kuat dalam sejarah rekonsiliasi dan perdamaian Aceh. Dalam konteks pascakonflik, institusi ini menjadi representasi martabat kolektif dan identitas politik-kultural masyarakat Aceh.

Namun, pertanyaan publik hari ini bukan tentang eksistensi, melainkan tentang proporsionalitas. Apakah peningkatan belanja tunjangan dan gaji sejalan dengan fungsi strategis yang terukur? Apakah terdapat indikator kinerja, output kebijakan, atau dampak sosial yang dapat dievaluasi secara transparan?
Di era tata kelola modern, setiap lembaga publik termasuk lembaga kekhususan—harus tunduk pada prinsip value for money, akuntabilitas, dan transparansi.

Perspektif Keadilan Sosial di Tengah Duka Rakyat dan Air Mata Yang Belum Kering
Mengutip Pandangan Rawls mengenai keadilan yang dipahami sebagai Justice as Fairness mencoba menawarkan pandangan tentang kewajiban oleh Rawls dirujukan kepada dua kewajiban alam, yaitu kewajiban mengembangkan institusi-institusi yang adil dan kewajiban untuk saling menghargai satu sama lain. Institusi yang adil harus memenuhi prinsip-prinsip keadilan, yang oleh Rawls disebut dengan pure procedural justice. Keadilan menurut Rawls utamanya sebagai sebuah fairness atau biasa disebut juga pure procedural justice yang dalam gagasannya tersebut kemudian Rawls mengemukakan bahwa seberapa penting suatu kebijakan yang adil dan tidak memihak siapapun yang memungkinkan kebijakan tersebut lahir dari struktur yang dapat menjamin kepentingan semua kalangan masyarakat. Keadilan sebagai Fairness menurut Rawls memberikan tuntutan bagi semua masyarakat untuk bersama sama bergotong-royong membawa beban tanggungan kewajiban dan tanggung jawab yang sama serta tunduk pada aturan yang berlaku. Rawls menekan bahwa pentingnya prinsip yang paling utama yaitu keadilan sebagai hal yang mendasar untuk melakukan suatu pekerjaan terkait sosial yang berarti bahwa keadilan itu harus dapat menjadi pokok landasan pengetahuan struktur sosial yang dapat menjamin terpenuhinya semua kepentingan masyarakat.

Nah, hal ini tentunya menjadi sangat berkaitan dengan kondisi Aceh masih menghadapi persoalan kemiskinan struktural, ketimpangan wilayah, dan ketergantungan fiskal terhadap dana transfer pusat. Dalam situasi pascabencana, kelompok rentan petani, nelayan, buruh informal, serta mahasiswa dari keluarga terdampak menanggung beban paling berat.

Keadilan sosial, sebagaimana menjadi semangat dalam UUPA, semestinya memandu orientasi anggaran. Jika postur belanja lembaga elit meningkat signifikan sementara rakyat belum pulih sepenuhnya, kesenjangan persepsi antara negara dan warga akan semakin melebar. Di sinilah urgensi sensitivitas politik anggaran diuji.

Sebagai Jalan tengan untuk rasionalisasi dan transparansi agar tidak terkesan ingin mendelegitimasi keberadaan Lembaga Wali Nanggroe. Semestinya yang perlu didorong adalah rasionalisasi berbasis kinerja dan transparansi publik. Sebagai bagian dari apa yang dipertanyakan maka tulisan ini memberikan saran opsi pertimbangan kebijakan yang diantaranya: Audit dan publikasi kinerja tahunan lembaga secara terbuka, Peninjauan kembali struktur tunjangan berbasis efektivitas program, Skema penghematan sementara (temporary austerity) sebagai bentuk solidaritas pascabencana, Pengalihan sebagian anggaran untuk program pemberdayaan masyarakat terdampak. Sehingga langkah semacam ini justru akan memperkuat legitimasi moral lembaga tersebut di mata rakyat.

Sehingga jika merujuk pada dasar tulisan ini mengenai Pertanyaan “adilkah?” bukan sekadar retorika. Ia menyentuh fondasi kontrak sosial antara pemerintah daerah dan rakyat Aceh. Dalam situasi normal, postur belanja besar mungkin dapat diperdebatkan secara teknokratis. Namun dalam konteks pascabencana, ukuran keadilan menjadi lebih sensitif.

Sebab anggaran adalah cermin keberpihakan. Jika keberpihakan lebih tercermin pada penguatan kesejahteraan elite institusional dibanding pemulihan rakyat terdampak, maka kritik publik bukanlah bentuk pembangkangan, melainkan panggilan etis terhadap pemerintah. Aceh tidak hanya membutuhkan simbol, tetapi juga solidaritas nyata dalam kebijakan fiskal. Oleh kerenan itu, dalam situasi duka kolektif, keadilan anggaran bukanlah pilihan melainkan kewajiban moral untuk memberikan saran koreksi dari apa yang terkesan menjadi pemborosan anggaran publik yang bersumber dari APBA hari ini.

Redaksi

Redaksi

Related Posts

FSPI Apresiasi Ketegasan TNI Tangani Kasus Penyiraman Aktivis

FSPI Apresiasi Ketegasan TNI Tangani Kasus Penyiraman Aktivis

by Amanda Putri
Maret 23, 2026
0

Nusatoday.id - Forum Silaturahmi Pemuda Islam (FSPI) menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan tegas Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menangani...

Taman Honda Tebet

Taman Honda Tebet, Surga Kecil bagi Warga yang Hobi Olahraga

by Redaksi
Maret 23, 2026
0

Nusatoday.id - Bagi warga Jakarta Selatan yang suka olahraga, Taman Honda Tebet bisa dibilang seperti “lapangan latihan gratis”. Setiap pagi,...

Waduk Rio - Rio

Taman Ria Rio, Tempat Jogging yang Sering Berakhir Nongkrong

by Redaksi
Maret 23, 2026
0

Nusatoday.id - Banyak warga Jakarta Timur datang ke Taman Ria Rio dengan satu niat mulia: olahraga. Namun niat tersebut sering...

Foto: Dok. Google Maps/Iwan Fauzi.

Taman Cipayung Hadirkan Ruang Rekreasi Gratis untuk Warga Jakarta Timur

by Redaksi
Maret 23, 2026
0

Nusatoday.id - Taman Cipayung menjadi salah satu ruang terbuka hijau yang banyak dimanfaatkan masyarakat Jakarta Timur. Taman ini menawarkan suasana...

Taman Bambu Jakarta Timur Jadi Ruang Hijau Favorit Warga

Taman Bambu Jakarta Timur Jadi Ruang Hijau Favorit Warga

by Redaksi
Maret 23, 2026
0

Nusatoday.id - Taman Bambu di Jakarta Timur menjadi salah satu ruang terbuka hijau yang banyak dikunjungi masyarakat. Taman ini dikenal...

Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama DPD VIII SOKSI DKI Jakarta

Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama DPD VIII SOKSI DKI Jakarta

by Redaksi
Maret 23, 2026
0

Nusatoday.id - Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia Dewan Pimpinan Daerah (DPD) VIII SOKSI DKI Jakarta menggelar kegiatan silaturahmi dan buka...

Load More
Next Post
GPIT Gelar Aksi Damai Desak Negara Hentikan Kekerasan Bersenjata di Papua dan Tetapkan KSTP

GPIT Desak Negara Tegas Hentikan Kekerasan Bersenjata di Papua, Dorong Penetapan KSTP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ilustrasi kilang minyak

Ekspor Industri Uni Emirat Arab Mencapai Rekor

2 bulan ago
Perpol 10/2025 dan Dinamika Kebijakan Bisnis di Indonesia: Stabilitas Regulasi vs Risiko Kelembagaan

Perpol 10/2025 dan Dinamika Kebijakan Bisnis di Indonesia: Stabilitas Regulasi vs Risiko Kelembagaan

4 bulan ago

Popular News

  • Indonesia Menuju Kebangrutan : Rezim Tukang Peras?

    Indonesia Menuju Kebangrutan : Rezim Tukang Peras?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Lebaran Berlalu, Kasus Firli Tak Tuntas, PP GPI Desak Presiden Ganti Kapolri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketua Kadin Sultra Anton Timbang Ditetapkan Tersangka oleh Mabes Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISMAHI : Kapolri Copot Kapolda Jatim hingga Kapolres Pasuruan Kota, Diduga Lindungi Mafia Tanah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, HMI-MPO Desak Pembentukan Tim Investigasi Gabungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor.
SUBSCRIBE

  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 NUSATODAY.ID BY PT. ARCHIPELAGO TIMES NETWORK.

No Result
View All Result
  • Home
  • World
  • Travel
  • Business
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Tech
  • Opinion

© 2026 NUSATODAY.ID BY PT. ARCHIPELAGO TIMES NETWORK.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?