• About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Rabu, Mei 6, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Nusatoday. Id
  • Home
  • Politics
  • Law
  • Security
  • Business
  • What Hotel
  • Tech

    Betterment Moves Beyond Robo-Advising With Human Financial Planners

    A Digital Media Startup Growing Up With Millennial Women

    Indonesia’s Largest Fleet Of Taxis Teams Up To Beat Ride-hailing Apps

    Trump Didn’t Record Comey, White House Tells House Intel Panel

    Uber’s Turbulent Week: Kalanick Out, New Twist In Google Lawsuit

    Using A Mind Reading Device, ‘locked-in’ Patients Told Researchers They’re Happy

    Trending Tags

    • Sillicon Valley
    • Climate Change
    • Election Results
    • Flat Earth
    • Golden Globes
    • MotoGP 2017
    • Mr. Robot
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Jagoan Lokal yang Nggak Kalah Keren

    Jagoan Lokal yang Nggak Kalah Keren

    Mengapa Film Action Klasik Masih Digemari

    Mengapa Film Action Klasik Masih Digemari

    Film Action Hong Kong dalam Dunia Perfilman

    Film Action Hong Kong dalam Dunia Perfilman

    Bintang Action Legendaris dan Pengaruhnya

    Bintang Action Legendaris dan Pengaruhnya

    Film Action 1990-an : Perpaduan Cerita dan Teknologi

    Film Action 1990-an : Perpaduan Cerita dan Teknologi

    Kejayaan Film Action Era 1980-an

    Kejayaan Film Action Era 1980-an

    Nostalgia dan Kebangkitan Game Retro

    Nostalgia dan Kebangkitan Game Retro

    Game Legendaris yang Mengubah Industri

    Game Legendaris yang Mengubah Industri

    Evolusi Konsol Rumah : Dari Atari Hingga Nintendo

    Evolusi Konsol Rumah : Dari Atari Hingga Nintendo

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • food
    • Health
    • Travel
    Tel Aviv

    Smart Tourism Mendorong Digitalisasi Kota Wisata di Eropa Barat

    Republican Senator Vital to Health Bill’s Passage Won’t Support It

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Barack Obama and Family Visit Balinese Paddy Fields During Vacation

    Teknologi AI Mengubah Cara Wisatawan Merencanakan Perjalanan di Eropa Barat

    Teknologi AI Mengubah Cara Wisatawan Merencanakan Perjalanan di Eropa Barat

    Foto: Dok. Google Maps/Iwan Fauzi.

    Taman Cipayung Hadirkan Ruang Rekreasi Gratis untuk Warga Jakarta Timur

    TMII Menjadi Destinasi Wisata Populer di Jakarta Timur

    TMII Menjadi Destinasi Wisata Populer di Jakarta Timur

    This Secret Room In Mount Rushmore Is Having A Moment

    Sidart : Restoran Fine Dining Ikonik di Auckland

    Sidart : Restoran Fine Dining Ikonik di Auckland

    A Digital Media Startup Growing Up With Millennial Women

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
  • Opinion
  • Home
  • Politics
  • Law
  • Security
  • Business
  • What Hotel
  • Tech

    Betterment Moves Beyond Robo-Advising With Human Financial Planners

    A Digital Media Startup Growing Up With Millennial Women

    Indonesia’s Largest Fleet Of Taxis Teams Up To Beat Ride-hailing Apps

    Trump Didn’t Record Comey, White House Tells House Intel Panel

    Uber’s Turbulent Week: Kalanick Out, New Twist In Google Lawsuit

    Using A Mind Reading Device, ‘locked-in’ Patients Told Researchers They’re Happy

    Trending Tags

    • Sillicon Valley
    • Climate Change
    • Election Results
    • Flat Earth
    • Golden Globes
    • MotoGP 2017
    • Mr. Robot
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Jagoan Lokal yang Nggak Kalah Keren

    Jagoan Lokal yang Nggak Kalah Keren

    Mengapa Film Action Klasik Masih Digemari

    Mengapa Film Action Klasik Masih Digemari

    Film Action Hong Kong dalam Dunia Perfilman

    Film Action Hong Kong dalam Dunia Perfilman

    Bintang Action Legendaris dan Pengaruhnya

    Bintang Action Legendaris dan Pengaruhnya

    Film Action 1990-an : Perpaduan Cerita dan Teknologi

    Film Action 1990-an : Perpaduan Cerita dan Teknologi

    Kejayaan Film Action Era 1980-an

    Kejayaan Film Action Era 1980-an

    Nostalgia dan Kebangkitan Game Retro

    Nostalgia dan Kebangkitan Game Retro

    Game Legendaris yang Mengubah Industri

    Game Legendaris yang Mengubah Industri

    Evolusi Konsol Rumah : Dari Atari Hingga Nintendo

    Evolusi Konsol Rumah : Dari Atari Hingga Nintendo

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • food
    • Health
    • Travel
    Tel Aviv

    Smart Tourism Mendorong Digitalisasi Kota Wisata di Eropa Barat

    Republican Senator Vital to Health Bill’s Passage Won’t Support It

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Barack Obama and Family Visit Balinese Paddy Fields During Vacation

    Teknologi AI Mengubah Cara Wisatawan Merencanakan Perjalanan di Eropa Barat

    Teknologi AI Mengubah Cara Wisatawan Merencanakan Perjalanan di Eropa Barat

    Foto: Dok. Google Maps/Iwan Fauzi.

    Taman Cipayung Hadirkan Ruang Rekreasi Gratis untuk Warga Jakarta Timur

    TMII Menjadi Destinasi Wisata Populer di Jakarta Timur

    TMII Menjadi Destinasi Wisata Populer di Jakarta Timur

    This Secret Room In Mount Rushmore Is Having A Moment

    Sidart : Restoran Fine Dining Ikonik di Auckland

    Sidart : Restoran Fine Dining Ikonik di Auckland

    A Digital Media Startup Growing Up With Millennial Women

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
  • Opinion
No Result
View All Result
Nusatoday. Id
No Result
View All Result
Home Opinion

Hilirisasi Sagu SBT: Solusi Lokal Menghadapi Krisis Pangan Global

by Redaksi
April 20, 2026
in Opinion
0 0
0
Hilirisasi Sagu SBT: Solusi Lokal Menghadapi Krisis Pangan Global

Pohon Sagu (Ist).

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Penulis : Aswan Kelian (Praktisi Hukum/Mantan Aktivis HMI).

NUSATODAY.ID – Dua abad lalu, ekonom Thomas Robert Malthus sudah melemparkan peringatan: pertumbuhan manusia bergerak lebih cepat dibanding produksi pangan. Kini, di tengah perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan konflik geopolitik yang mengguncang rantai pasok, ramalan itu terasa semakin nyata.

Indonesia, sebagai negara dengan jumlah penduduk besar, ikut merasakan dampaknya. Ketergantungan pada beras dan gandum impor membuat kita sering “tersandera” dinamika global. Begitu harga pangan dunia bergejolak, efeknya langsung terasa di kantong masyarakat.

Gejolak Harga Pangan: Bukti Ketergantungan yang Membahayakan

Data terbaru menunjukkan harga beras premium nasional pada Agustus 2025 menyentuh Rp 16.247 per kg, naik hampir 4% hanya dalam tiga bulan. Bahkan pada 7 Agustus 2025, harga sempat menembus Rp 16.265/kg, jauh di atas HET, dengan lonjakan tertinggi terjadi di wilayah timur Indonesia.

Di level global, harga gandum per 5 September 2025 mencapai US$ 506 per bushel, meski turun dibanding setahun lalu, volatilitasnya tetap tinggi. Sementara itu, Indeks Harga Pangan FAO Agustus 2025 berada di level 130,1 poin—tertinggi dalam dua tahun terakhir, didorong kenaikan harga daging, gula, dan minyak nabati.

Kondisi ini mempertegas satu hal: pangan pokok kita rentan sekali terhadap guncangan pasar global. Pertanyaannya, sampai kapan kita mau bergantung pada impor?

Sagu: Pangan Lokal yang Terlupakan

Indonesia sejatinya punya “harta karun” pangan yang kerap diabaikan: sagu. Dengan potensi lahan sekitar 5,5 juta hektar, ironisnya baru 5% yang dimanfaatkan. Padahal, sagu memiliki keunggulan ekologis—tumbuh alami di lahan basah, tahan perubahan iklim, dan bisa dipanen berulang.

Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) di Maluku adalah salah satu daerah dengan potensi terbesar. Lahan sagu di wilayah ini mencapai 35.426 hektar, menjadikannya sentra sagu terbesar di Maluku setelah Riau dan Papua Tengah. Sayangnya, hingga kini pengelolaannya masih terkendala teknologi sederhana, pasar terbatas, minim investasi, serta kurangnya perhatian serius pemerintah pusat.

Hilirisasi: Jalan Tengah Menuju Kemandirian

Langkah Bupati Fachri Husni Alkatiri untuk mendorong hilirisasi sagu di SBT patut diapresiasi. Program ini berupaya mengubah paradigma lama—dari sagu yang hanya ditebang lalu dikonsumsi tradisional, menjadi komoditas bernilai tambah tinggi melalui pengolahan modern.

Hilirisasi bukan sekadar jargon. Ia mencakup:

  • Pemilihan lokasi pengembangan yang tepat.
  • Riset dan penerapan teknologi pengolahan yang efisien.
  • Sistem distribusi yang terintegrasi.
  • Pengembangan pasar domestik maupun ekspor.
  • Pelibatan masyarakat adat dan komunitas lokal sebagai aktor utama.

Lebih jauh, hilirisasi sagu sudah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) RPJMN 2025–2029, bersama singkong dan ubi jalar. Artinya, ada dukungan kebijakan untuk menjadikan sagu bukan hanya pangan alternatif, melainkan pilar ketahanan pangan nasional.

Momentum yang Tidak Boleh Dilewatkan

Bagi saya, hilirisasi sagu di SBT bukan sekadar proyek daerah, tapi momentum penting bagi Indonesia. Di saat harga beras melambung dan gandum global bergejolak, sagu bisa menjadi penopang kedaulatan pangan nusantara.

Jika dikelola serius, dampaknya bukan hanya soal ketahanan pangan:

  • Ekonomi lokal bangkit: lapangan kerja terbuka, pendapatan petani meningkat.
  • Investasi masuk: sektor pangan berbasis kearifan lokal jadi daya tarik baru.
  • Diversifikasi pangan: masyarakat punya pilihan karbohidrat yang sehat dan ramah lingkungan.
  • Identitas terjaga: sagu kembali ke posisi penting sebagai pangan asli nusantara.

Namun, semua ini tidak akan terwujud tanpa komitmen jangka panjang. Pemerintah pusat harus memberi dukungan penuh—dari regulasi, anggaran, riset, hingga pembangunan pasar. Investor dan akademisi perlu dilibatkan, sementara masyarakat lokal harus menjadi aktor utama, bukan sekadar penonton.

Dari Pinggiran ke Panggung Nasional

Sagu pernah berjaya sebelum era 1970-an sebagai pangan pokok alternatif. Kini, saat dunia kembali dihantui krisis pangan, sudah saatnya kita belajar dari sejarah. Hilirisasi sagu bukan sekadar nostalgia, melainkan jalan realistis menuju kedaulatan pangan.

Jika benar-benar digarap, Seram Bagian Timur bisa menjadi role model bahwa pangan lokal mampu naik kelas, berdiri sejajar dengan komoditas global, bahkan menjadi solusi krisis pangan dunia. Sagu bukan hanya warisan leluhur, tapi juga masa depan yang tengah menunggu untuk kita perjuangkan.

Tags: Berita TerbaruNusa Today
Redaksi

Redaksi

Recommended

Liburan Romantis di Bali yang Tak Terlupakan

Liburan Romantis di Bali yang Tak Terlupakan

Bayangan Kekuasaan di Balik Sufmi Dasco Ahmad

Manuver dan Diplomasi Politik Sufmi Dasco Ahmad

Paling Terpopuler

  • Tegas dan Cepat! Langkah Kapolresta Ambon Dipuji sebagai Teladan Penegakan Hukum

    Tegas dan Cepat! Langkah Kapolresta Ambon Dipuji sebagai Teladan Penegakan Hukum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Partai Berkarya Gelar Munas 2025, Siap Bangkit Hadapi Pemilu 2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor.
SUBSCRIBE

Category

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • food
  • Gaming
  • Health
  • Law
  • Lifestyle
  • Movie
  • Music
  • Opinion
  • Politics
  • Security
  • Sports
  • Tech
  • Travel
  • What Hotel

Site Links

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

About Us

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - NUSATODAY.ID PT. ARCHIPELAGO TIMES NETWORK.

No Result
View All Result
  • Home
  • Politics
  • Law
  • Security
  • Business
  • What Hotel
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Opinion

© 2026 - NUSATODAY.ID PT. ARCHIPELAGO TIMES NETWORK.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?