• About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Rabu, April 22, 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Nusantara Hari Ini
  • Home
  • Politics
  • Law
  • Security
  • Business
  • What Hotel
  • Tech

    Betterment Moves Beyond Robo-Advising With Human Financial Planners

    A Digital Media Startup Growing Up With Millennial Women

    Indonesia’s Largest Fleet Of Taxis Teams Up To Beat Ride-hailing Apps

    Trump Didn’t Record Comey, White House Tells House Intel Panel

    Uber’s Turbulent Week: Kalanick Out, New Twist In Google Lawsuit

    Using A Mind Reading Device, ‘locked-in’ Patients Told Researchers They’re Happy

    Trending Tags

    • Sillicon Valley
    • Climate Change
    • Election Results
    • Flat Earth
    • Golden Globes
    • MotoGP 2017
    • Mr. Robot
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Jagoan Lokal yang Nggak Kalah Keren

    Jagoan Lokal yang Nggak Kalah Keren

    Mengapa Film Action Klasik Masih Digemari

    Mengapa Film Action Klasik Masih Digemari

    Film Action Hong Kong dalam Dunia Perfilman

    Film Action Hong Kong dalam Dunia Perfilman

    Bintang Action Legendaris dan Pengaruhnya

    Bintang Action Legendaris dan Pengaruhnya

    Film Action 1990-an : Perpaduan Cerita dan Teknologi

    Film Action 1990-an : Perpaduan Cerita dan Teknologi

    Kejayaan Film Action Era 1980-an

    Kejayaan Film Action Era 1980-an

    Nostalgia dan Kebangkitan Game Retro

    Nostalgia dan Kebangkitan Game Retro

    Game Legendaris yang Mengubah Industri

    Game Legendaris yang Mengubah Industri

    Evolusi Konsol Rumah : Dari Atari Hingga Nintendo

    Evolusi Konsol Rumah : Dari Atari Hingga Nintendo

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • food
    • Health
    • Travel
    Tel Aviv

    Smart Tourism Mendorong Digitalisasi Kota Wisata di Eropa Barat

    Republican Senator Vital to Health Bill’s Passage Won’t Support It

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Barack Obama and Family Visit Balinese Paddy Fields During Vacation

    Teknologi AI Mengubah Cara Wisatawan Merencanakan Perjalanan di Eropa Barat

    Teknologi AI Mengubah Cara Wisatawan Merencanakan Perjalanan di Eropa Barat

    Foto: Dok. Google Maps/Iwan Fauzi.

    Taman Cipayung Hadirkan Ruang Rekreasi Gratis untuk Warga Jakarta Timur

    TMII Menjadi Destinasi Wisata Populer di Jakarta Timur

    TMII Menjadi Destinasi Wisata Populer di Jakarta Timur

    This Secret Room In Mount Rushmore Is Having A Moment

    Sidart : Restoran Fine Dining Ikonik di Auckland

    Sidart : Restoran Fine Dining Ikonik di Auckland

    A Digital Media Startup Growing Up With Millennial Women

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
  • Opinion
  • Home
  • Politics
  • Law
  • Security
  • Business
  • What Hotel
  • Tech

    Betterment Moves Beyond Robo-Advising With Human Financial Planners

    A Digital Media Startup Growing Up With Millennial Women

    Indonesia’s Largest Fleet Of Taxis Teams Up To Beat Ride-hailing Apps

    Trump Didn’t Record Comey, White House Tells House Intel Panel

    Uber’s Turbulent Week: Kalanick Out, New Twist In Google Lawsuit

    Using A Mind Reading Device, ‘locked-in’ Patients Told Researchers They’re Happy

    Trending Tags

    • Sillicon Valley
    • Climate Change
    • Election Results
    • Flat Earth
    • Golden Globes
    • MotoGP 2017
    • Mr. Robot
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Jagoan Lokal yang Nggak Kalah Keren

    Jagoan Lokal yang Nggak Kalah Keren

    Mengapa Film Action Klasik Masih Digemari

    Mengapa Film Action Klasik Masih Digemari

    Film Action Hong Kong dalam Dunia Perfilman

    Film Action Hong Kong dalam Dunia Perfilman

    Bintang Action Legendaris dan Pengaruhnya

    Bintang Action Legendaris dan Pengaruhnya

    Film Action 1990-an : Perpaduan Cerita dan Teknologi

    Film Action 1990-an : Perpaduan Cerita dan Teknologi

    Kejayaan Film Action Era 1980-an

    Kejayaan Film Action Era 1980-an

    Nostalgia dan Kebangkitan Game Retro

    Nostalgia dan Kebangkitan Game Retro

    Game Legendaris yang Mengubah Industri

    Game Legendaris yang Mengubah Industri

    Evolusi Konsol Rumah : Dari Atari Hingga Nintendo

    Evolusi Konsol Rumah : Dari Atari Hingga Nintendo

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • food
    • Health
    • Travel
    Tel Aviv

    Smart Tourism Mendorong Digitalisasi Kota Wisata di Eropa Barat

    Republican Senator Vital to Health Bill’s Passage Won’t Support It

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Barack Obama and Family Visit Balinese Paddy Fields During Vacation

    Teknologi AI Mengubah Cara Wisatawan Merencanakan Perjalanan di Eropa Barat

    Teknologi AI Mengubah Cara Wisatawan Merencanakan Perjalanan di Eropa Barat

    Foto: Dok. Google Maps/Iwan Fauzi.

    Taman Cipayung Hadirkan Ruang Rekreasi Gratis untuk Warga Jakarta Timur

    TMII Menjadi Destinasi Wisata Populer di Jakarta Timur

    TMII Menjadi Destinasi Wisata Populer di Jakarta Timur

    This Secret Room In Mount Rushmore Is Having A Moment

    Sidart : Restoran Fine Dining Ikonik di Auckland

    Sidart : Restoran Fine Dining Ikonik di Auckland

    A Digital Media Startup Growing Up With Millennial Women

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
  • Opinion
No Result
View All Result
Nusantara Hari Ini
No Result
View All Result
Home Opinion

Ketika Keuntungan Korporasi Membesar, Rakyat Menanggung Beban

by Redaksi
Maret 24, 2026
in Opinion
0 0
0
Bisnis AI 2026

Ilustrasi AI (Canva).

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Nusatoday.id – Analisis bisnis global 2026 yang merugikan rakyat bukan sekadar daftar poin, ini adalah gambaran nyata tentang bagaimana praktik-praktik usaha besar dan tren ekonomi dunia saat ini menghasilkan biaya sosial dan beban nyata kepada masyarakat luas, bukan hanya kepada investor atau pemilik modal.

Dalam lanskap global 2026, banyak dinamika yang mencerminkan bahwa keuntungan korporasi besar sering kali datang dengan dampak merugikan bagi kelompok masyarakat lemah, pekerja berpenghasilan rendah, konsumen rentan, dan negara berkembang. Secara keseluruhan, ketimpangan struktur ekonomi dan tekanan dari model bisnis tertentu menciptakan realitas di mana pertumbuhan ekonomi tidak otomatis berarti kesejahteraan untuk semua.

Salah satu faktor yang sangat menonjol adalah peningkatan ketergantungan bisnis besar pada teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI). AI memang memicu produktivitas dan inovasi di berbagai sektor, namun di sisi lain kapasitas teknologi ini terkonsentrasi di beberapa negara dan perusahaan besar saja, menciptakan jurang digital dan ekonomi yang makin lebar antara negara maju dan negara berkembang. Akibatnya, meski sektor bisnis tertentu tumbuh pesat, lapangan kerja tradisional terus tertekan, kemampuan masyarakat miskin untuk bersaing di pasar tenaga kerja menurun, dan akses terhadap peluang ekonomi tidak merata.

Fenomena serupa juga terlihat dalam model bisnis ultrafast fashion yang dipelopori perusahaan-perusahaan besar. Model ini memang menawarkan harga murah bagi konsumen, tetapi keuntungan jangka pendek tersebut menyembunyikan sejumlah dampak sosial dan etika yang serius: praktik rantai pasok yang sering kali memicu kekhawatiran tentang kondisi kerja layak atau bahkan dugaan penggunaan tenaga kerja paksa di beberapa bagian produksi. Selain itu, model bisnis seperti ini rentan mengabaikan standar keselamatan produk, memicu kritik keras dari otoritas Uni Eropa yang menyoroti konten barang ilegal dan transparansi algoritma dalam perdagangan daring.

Dalam konteks sosial yang lebih luas, berbagai laporan internasional menggarisbawahi bahwa ketidaksetaraan pendapatan dan kekayaan tetap menjadi isu yang sangat tajam pada 2026. Ketimpangan ini bukan hanya istilah statistik; itu berarti bahwa rumah tangga berpendapatan rendah dan masyarakat miskin secara nyata membayar lebih banyak untuk kebutuhan dasar, menghadapi biaya hidup yang lebih tinggi, dan kehilangan peluang ekonomi yang lebih baik dibandingkan kelompok elit yang menikmati hasil utama dari pertumbuhan pasar global. Survei terhadap kepercayaan masyarakat menunjukkan jelas perbedaan pandangan antara kelas berpenghasilan tinggi dan rendah mengenai etika bisnis, peran institusi, dan manfaat ekonomi yang dirasakan.

Dampak lain yang sering kurang disorot adalah bagaimana teknologi dan algoritma bisnis dapat memperkuat bias sosial yang ada dan merugikan kelompok tertentu dalam skala luas. Kasus-kasus di mana alat AI yang digunakan dalam rekrutmen atau layanan keuangan menunjukkan kecenderungan diskriminatif terhadap kelompok minoritas, perempuan, atau nama-nama tertentu memperlihatkan bahwa tanpa pengawasan yang kuat, teknologi yang digembar-gemborkan sebagai “netral” justru memperdalam ketidakadilan sosial.

Secara keseluruhan, gambaran bisnis global pada 2026 memperlihatkan kontradiksi tajam antara keuntungan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Banyak model bisnis yang memaksimalkan efisiensi dan keuntungan diukur lewat angka pertumbuhan GDP atau laba korporasi, namun pada saat yang sama biaya sosialnya ditanggung oleh masyarakat — lewat lapangan kerja yang tergerus teknologi tanpa dukungan sosial yang memadai, merosotnya daya beli kelompok marginal, serta peningkatan ketergantungan pada model konsumsi murah yang tidak berkelanjutan.

Ini bukan sekadar prediksi; banyak tanda-tanda tersebut sudah mulai terlihat nyata dalam pola perkembangan pasar, respons pemerintah, dan resistensi masyarakat terhadap praktik bisnis besar yang dianggap tidak adil. Jika tren ini tidak diimbangi dengan kebijakan perlindungan sosial dan peraturan yang adil, pertumbuhan bisnis global pada 2026 dipastikan akan tetap menghasilkan kerugian sosial yang signifikan, bukan hanya keuntungan ekonomi.

Tags: AIKorporasi
Redaksi

Redaksi

Recommended

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo meninjau Sirkuit Mandalika di Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (2/8). Tinjauan dilakukan menjelang bergulirnya MotoGP Indonesia pada Oktober 2025 mendatang. (foto:bagus/kemenpora.go.id)

Menpora Dito Ariotedjo Tinjau Sirkuit Mandalika

Abdullah Kelrey

Demokrasi Prosedural, Oligarki Substansial?

Paling Terpopuler

  • NIC Desak Presiden Evaluasi Era Zulkifli Hasan dan Siti Nurbaya

    NIC Desak Presiden Evaluasi Era Zulkifli Hasan dan Siti Nurbaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • NIC Desak BPK Audit Polri : Dugaan 30% di Muka ke Komisi III?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Telkom Perkuat Pemanfaatan AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diklaim Tokoh Perempuan Entrepreneur Sukses

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Istri Ridwan Kamil Ajukan Gugatan Cerai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Connect with us

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor.
SUBSCRIBE

Category

  • Business
  • Entertainment
  • Fashion
  • food
  • Gaming
  • Health
  • Law
  • Lifestyle
  • Movie
  • Music
  • Opinion
  • Politics
  • Security
  • Sports
  • Tech
  • Travel
  • What Hotel

Site Links

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

About Us

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - NUSATODAY.ID PT. ARCHIPELAGO TIMES NETWORK.

No Result
View All Result
  • Home
  • Politics
  • Law
  • Security
  • Business
  • What Hotel
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Opinion

© 2026 - NUSATODAY.ID PT. ARCHIPELAGO TIMES NETWORK.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?